Celana Chino PSD, Zara, Perbandingan Lokal dan Branded

     Dalam artikel ini kita akan melakukan riset perbandingan apakah celana Chino lokal sebaik celana Chino Branded. Harga celana Chino lokal seperti PSD, Koala Authentic, Kick Denim otomatis lebih murah dibandingkan celana Chino branded seperti ZARA, Top Man. Tapi apakah harga murah berarti murahan mari kita bahas satu persatu untuk perbandingan celana Chino branded dan lokal season F/W13.

Celana Chino PSD


Celana Chino Peter Says Denim
PSD

















Celana Chino PSD dengan kode nama Sensibility ini memiliki warna coklat muda. Potongannya lebih cenderung ke straight. Untuk kualitas sebenernya celana Chino PSD ini memiliki quality assurance yang cukup baik karena Peter selaku pemilik merk mempunyai sense of business yang kuat. Hampir tidak mungkin orang yang memiliki pemikiran bisnis yang maju masih menyerahkan pabrikasinya ke skala konveksi celana Chino rumahan.


Secara fungsi celana Chino ini adalah celana Chino yang benar benar memiliki pakem orisinil, berbahan twill, berwarna coklat, kantong belakang paspol,  zipfly untuk retsletingnya. Tidak neko neko.


Harga sendiri untuk ukuran brand lokal sangat tinggi di harga Rp 650.000. Peter berani mematok harga tinggi karena brand PSD sendiri sudah sangat mendunia. Secara garis besar saya memberikan nilai 7/10 untuk celana chino ini. celana Chino ini dapat anda dapatkan di website PSD.


Celana Chino Zara


Celana Chino Zara Man
Zara Man


















Produsen asal spanyol ini adalah produsen textil dan garment terbesar di dunia. Lisensi Zara di Indonesia dipegang oleh MAP. Sebagai produsen terbesar di dunia tentu saja unique point menjadi permasalahan utama di setiap peluncuran koleksinya, tidak terkecuali untuk celana Chino.


Celana Chino ini juga dibanderol sekitar Rp 700.000 diluar sana apabila masuk ke Indonesia diperkirakan harganya akan mencapai Rp 900.000 keatas. Tentu tidak murah dibandingkan celana Chino lokal seperti PSD yang termasuk kategori mahal.


Dari segi potongan sendiri celana Chino Zara tipe ini memiliki potongan skinny. Kita tahu sendiri potongan skinny sudah tidak begitu trend di indonesia sejak 2009 lalu. Celana skinny ini hanya cocok digunakan untuk orang bertubuh kurus atau sangat kurus.

Garis besarnya saya kurang suka celana Chino Zara musim dingin tahun ini karena tidak memberikan esensi lebih hanya sepotong kain dijait potongan pensil. Saya memberikan nilai 4/10.

BOTTOM UP


Dapat kita simpulkan paradigma celana lokal pasti murah itu tidak benar lagi adanya, akan tetapi berbanding lurus dengan kualitas dan pakem-pakem pendukungnya. Lebih tepatnya tidak murah dan tidak murahan.

Tukeraja

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar